ReviewReviewReview#31 Menjalin Hubungan Yang AwetAug 1, '06 2:52 PM
for everyone
Category:Other
tak jarang dalam hubunganku dan ima (girlfriend) ada perdebatan. dan suatu kali aku dan ima membaca cerita ini (diambil dari sini). lalu kami sama2 tertawa



Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"

"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."

"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.

"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.

"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.

"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.

"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

"Dengar ya! Itu a. da. lah. be. bek, B-E-B-E-K Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.

"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.

"Itu jelas-jelas bue. bek, kamu. kamu.."

Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam.."

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."

"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah:
siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek?



setelah membaca cerita ini, walaupun sebenarnya ini adalah cerita biasa, bila kami berdebat dan merasa sama benarnya, biasanya salah satu akan berkata,
"iya iya... bebek, bebek... "
atau
"iya iya... ayam, ayam..."
dan itu menunjukkan salah satu dari kami mengalah meskipun masih merasa benar
dan yes, cara ini lumayan efektif mengurangi intensitas perdebatan kami
hehehe


19 CommentsChronological   Reverse   Threaded
s3r4ph1m wrote on Aug 1, '06
wah.. bagus tu... uda bisa sampe begini kalian :p
ditunggu ya undangan merah nya :p

* wondering * kapan yah daku bisa kayak kalian :p
nilora wrote on Aug 1, '06
Iya ayam-ayam... hik ..hikk
adrianliem wrote on Aug 1, '06
lho tapi itu bebek koq...
:D
freddy80 wrote on Aug 1, '06
angsa aja dech...
crazh wrote on Aug 1, '06
wakakakaka... sepertinya pernah dengar dari mana yahhh kasus ini... biasa ceweq gitu...
adrianliem wrote on Aug 2, '06
crazh said
biasa ceweq gitu...
WANITA!
canopusx wrote on Aug 2, '06, edited on Aug 2, '06
crazh said
wakakakaka... sepertinya pernah dengar dari mana yahhh kasus ini... biasa ceweq gitu...
hemm darimana yahh?? and it ends with....???
rachma wrote on Aug 2, '06
WANITA!
Tidak semuanyaaaa .... hahahaha
pyng wrote on Aug 3, '06
di masa pacaran: dikala pacar kita terantuk batu, kita pasti berkata: "aduhh... kasiannnn... gak papa ya??? apanya yang sakit???"
setelah menikah 5 tahun: dikala pacar kita terantuk batu, kita pasti berkata: "mata loe gak liat2 ya??/ jalan yang bener dong!! ayo cepet!!"

itu sih guyonan di antara orang tua kita...
tapi walaupun guyonan, tapi itu muncul karena hal yang banyak dialami.
menurutmu gimana iyn?? huehehehe
adrianliem wrote on Aug 3, '06
pyng said
itu sih guyonan di antara orang tua kita...
orang tua kita? emang orang tua kita pernah bertemu? :D

ga tau ya wong belum 5 tahun juga
tapi kalo melihat track record saya dan dia sih ga akan seperti itu
memang bagaimana denganmu? :p
pyng wrote on Aug 5, '06
orang tua kita? emang orang tua kita pernah bertemu? :D

ga tau ya wong belum 5 tahun juga
tapi kalo melihat track record saya dan dia sih ga akan seperti itu
memang bagaimana denganmu? :p
maksudnya orang tua kita semua, bukan orangtuaku ama orangtuamuuuu.. weleh2

jgn pernah bilang kalo kamu ama ima ndak akan pernah gitu, kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan...
kalo aku sih dari skrg udah cela2an.... hihihihi
adrianliem wrote on Aug 5, '06
hehehe
good 4 u lah
dianlantinga wrote on Aug 5, '06
Ceriteranya bagus loh :)
hampir lupa nich, ....mat kenal ja!
adrianliem wrote on Aug 5, '06
hehe thanks
met kenal dian! :)
blognicko wrote on Aug 7, '06
siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka
*ANGGUK ANGGUK MODE ON*
Yup, mengalah..
Walaupun ternyata itu adalah bebek seperti dugaan suami, tapi toh lebih baik mengalah daripada terjadi pertengkaran unggas... :p
cymanjunetax wrote on Aug 13, '06
bukannya itu suara ayam kalkun..?
lam kenal dari bekasi.
lucysteven wrote on Nov 29, '06

Hi..hi..hi..,jadi inget diri sendiri.
Thanks for nice story :-)
din2902 wrote on Feb 8, '07
liemmm dah lama ya ga add blogs? ayo dong yang lain, pengen baca yang lainnya :P
Comment deleted at the request of the author.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.