 prologbeberapa waktu yang lalu saya sempat diajak bercakap-cakap oleh seorang sahabat, mengenai kantor temannya yang dikabarkan diperiksa oleh pihak yang berwajib sehubungan dengan software di kantornya yang tidak menggunakan software orisinal. ingatan saya sudah agak-agak kabur, tapi biarlah saya mencoba mengemukakan pemikiran dan apa yang masih bisa saya ingat mengenai hal ini (mohon pembenarannya bila ada hal yang salah) cara kerja pembasmian software bajakanbelakangan di indonesia dilakukan pembersihan software bajakan. terdapat sebuah organisasi yang bernama BSA, Business Software Alliance. jadi misalnya, kantor dari pengusaha A menggunakan software bajakan, dan B tahu mengenai hal itu (mungkin B bekerja di perusahaan A), maka B dapat melaporkan ke BSA, dan A akan dituntut sejumlah nilai yang cukup besar, katakanlah 50jt, lalu B mendapatkan komisi mungkin sekitar 10% dari tuntutan A, yaitu 5jt -- nilai yang cukup besar untuk B sebagai seorang pekerja. dengan menggunakan cara ini, maka seakan-akan banyak anggota masyarakat yang dapat menjadi bounty hunter dadakan. lebih menguntungkan dengan software asli?BSA mewakili vendor-vendor software kelas dunia, mulai dari microsoft, adobe dan macromedia, norton, mcaffee, dan lain-lain, dimana kebanyakan adalah perusahaan di negara barat. menurut pandangan saya, terlepas dari sudut pandang etika, dengan membeli product dari vendor software di negara lain, berarti artinya sama dengan devisa negara indonesia mengalir keluar. bukan nilai yang kecil kalau dilihat dari harga satu software bisa mencapai ribuan dollar. sedangkan bila -- bukan saya berarti menyetujui pembajakan -- ada developer software indonesia yang dapat menjual software-nya ke negara barat, itu berarti devisa mengalir masuk. jadi benarkah indonesia lebih diuntungkan dengan software-software asli? silahkan direnungkan :D pembasmian korupsi, dan kendalanyasejak saya tahu cara kerja BSA, saya menjadi kagum dengan konsep yang digunakan mereka untuk membasmi hal yang mereka kehendaki. saya saat itu langsung terpikir, mengapa cara ini tidak digunakan untuk melakukan pembasmian terhadap korupsi di indonesia juga? bukankah hal itu akan menjadi efektif. lebih baik memberi komisi pada sang pelapor, dan korupsi yang dilakukan waktu demi waktu dapat dihentikan, daripada hanya diselesaikan di pengadilan, yang bersalah dihukum, tetapi (sepertinya) kurang ada penanganan yang baik mengenai uangnya -- atau setidaknya itu menurut pemikiran saya. win-win solution kan? tentu tidak dapat langsung diterapkan semudah itu, mengingat kondisi saat ini, bisa jadi malah nantinya ada orang yang tak bersalah yang dijadikan sebagai kambing hitam. tetapi dengan pembuatan peraturan yang baik, dan persiapan yang matang, saya percaya hal itu masih dapat dijalankan dengan baik. bagaimana pendapat anda?
 | * Mmm... kasus menarik... wah2.. lama2 bisa diterapkan tuk "milik pribadi" juga... akhirnya ada "mata-mata" dimana-mana yg pada suatu saat menciptakan "keretakan". kasus ini kelihatan menarik tapi "kecurigaan" dpt tumbuh subur ditengah masyarakat...
* Amannya ya... beli softwares asli ya.. he he.. muahalnya itu lo... |
 | nilora's right.. kalo ada bounty hunter kaya gitu mungkin memang bisa eventually menghilangkan keniatan perusahaan2 untuk menggunakan pirated software.. tp menghilangkan trust antara satu sama lain juga nantinya..
kalo udah tingkatnya corporate emg paling aman ya pake software asli, im sure they can afford it ^^
anyways, hope u don't mind me adding you ^^ |
 | ooo memang bisa gitu ya? hm... adrian pake bajakan nda? ^^ lapor akh... wakakak
after all... nice thought... tapi... kalo diliat dari mentalnya orang indo. begitu mereka mau lapor, terus ditawarin lagi ma yg korupsi... "gw kasih lebih banyak dech", jawabnya ok ok... sama aja... ^^ |
 | keretakan atau trust, benar juga. memang setiap keputusan radikal yang diambil (apalagi yang mengusik comfort zone pihak-pihak tertentu) dapat menimbulkan pergolakan, seperti pedang bermata dua. tapi kalo menurut saya (mungkin anda punya pendapat berbeda ^_^), harusnya hal itu tidak akan berlangsung lama, hanya sebagai masa transisi saja. contoh kasus yang pernah terjadi, beberapa waktu yang lalu waktu BBM naik dua kali lipat, rakyatpun bergejolak, tapi setelah mereka dapat menyesuaikan dengan keadaan yang baru, keadaan kembali seperti sedia kala.
software asli, untuk ukuran indonesia masih tergolong mahal -- apalagi kalau 1 komputer mau diinstall dengan berbagai macam software :)
aku pake bajakan apa ngga ya... nurutmu gimana fred? hehehe
thanks for all your input, friends
miss delion: i don't mind kok, the more the merrier ;) thanks for adding me |
 | Kalau begini bisa dibilang semacam turunan devide at impera nggak ya?? |
 | ya -- bagi yang percaya. ^_^ |
 | cuma kalo udah ukuran corporate kan ga rugi beli software asli.. harusnya 1 software bisa dipake buat semua komputer yg ada diperusahaan itu.. bisa kan yah?? ato pinjem software aja dari company tetangga.. hahahhaha ah koq jadi ga serius bawaannya.. |
 | hmm... kalo udah masuk ke era live software kan udah jadi nggak masalah juga kan... ^_^ |
 | 1 software dipakai ke berapa komputer sebenarnya tergantung dari lisensi si pembuat software :) seperti windows, kalau mau dipake di 10 komputer, ya tetep harus beli 10 windows (namun secara harga bisa jadi lebih murah, biasanya)
live software, maksudnya software via web? seperti ms word yang dapat digantikan word processor lain via web (didevelop google yah kalau ga salah). hal itu bagus untuk ke depannya, tetapi kondisi seperti semua komputer terhubung ke internet itu yang tampaknya masih lama -- mengingat biaya internet di sebagian belahan dunia masih mahal. misalnya, biaya bandwidth di new york lebih murah daripada di australia daripada di indonesia daripada di afrika ^_^ |
 | pake aja freeware kaya linux... gak kalah juga kok sama windows...
sekolahku ada pake linux, memang agak asing sih, dan softwarenya agak jarang-jarang. tapi program pengganti word,excel kan udah ada... |
 | denger2x utk pemakaian pribadi juga skrg udah gencar dipantau. memang kalo untuk ukuran corporate, rasanya sih ga pantes utk pake yg bajakan. utk pribadi? mgkn bg beberapa golongan masyarakat, harga original software msh terlalu mahal, sementara kebutuhannya cukup besar.semoga ada solusi terbaik lah buat semua pihak. |
 | kesha wrote on Nov 1, '06 bayangkan beli 1 cd program seharga 20 ribu, dapatnya puluhan software yang mahal2 dan terbaru. |
 | Aku pernah lihat photoshop or something like that harganya 400.000 YEN!! kali 100 rupiah (sekitar segituan kan yen??)
40,000,000!!!!!!!!!
DAPET RUMAH SATU TUH!!! |
 | iya seingetku dulu photoshop harganya sekitar 6.000 USD juga tapi entah keliatannya belakangan lebih rendah *bukan pengamat harga software* --> ada alasannya :D
berarti kalo menurut kata kesha sebelumnya, 1 CD bisa dapet rumah 1... hehehe
thanks all, for the comments :) |
 | lebih baik pakai yang open source atau yg free, untuk OS sekarang banyak distro linux yang tampilannya sudah mirip seperti windows, semuanya serba wizard. Dah gitu sekali install dah bisa internet, sound card dah langsung nyala, vga card dah ke-detect. banyak hardware yg sudah mendukung linux saat ini. Untuk aplikasi office-nya pakai saja Open Office, jangan takut file2 microsoft office anda akan terbuang, karena open office ini bisa membaca semua file2 microsoft office, begitu pun file2 yang dicreate dengan open office bisa dibuka sama microsoft office. Untuk browser pakailah firefox, mantap banyak plugin2 keren, dan loading page bisa lebih cepet. beberapa distro linux sudah ada open office di installation-nya. Jadi kenapa gak beralih ke linux saja. hehehe... kantorku juga rencananya akan menggunakan linux dan open office. kalau disuruh melaporkan ke bsa, aku sih mending nggak deh, ngapain juga cari masalah, kan kita karyawan, kalau sampai ketauan bisa2 kita yang dipecat, mending menyarankan menggunakan linux.
kalau korupsi, yah mending jg gak melaporkan, daripada melaporkan terus keluarga terancam, mungkin juga nyawa sendiri melayang, tidak sempat merasakan duit hasil hadiah dari melaporkan. mending tetep ngikutin koruptor, masih bisa makan tidur enak, keluarga terjamin. soal dosa yah bagaimana kita menyeimbangkan antara perbuatan dosa dan amal kebaikan hehehehe, kalau bisa yah jadi robin hood modern aja, hasil dari korupsi dipakai buat menyumbang korban bencana alam, dan membuat panti2 asuhan dan jompo, dll sebagainya. dosakah kalau demikian? |
 | ulasan yg menarik saya sendiri juga berpendapat sama, untuk kita sendiri, dapat menggunakan linux bila terasa berat menggunakan windows. namun titik berat pembahasan yang saya tekankan di sini sebenarnya pada orang-orang -- yang di luar konteks linux -- yang masih menggunakan microsoft windows, dan proses pembasmiannya. bagaimanapun harus diakui, windows masih memiliki banyak kelebihan dibandingkan linux, salah satunya adalah hasil network effect yang besar akibat penggunaan software bajakan, sehingga menyebabkan orang susah beralih dari windows :)
dan soal dosa, kalau saya sendiri percaya, bukan dinilai dari berapa besar kebaikan yang pernah kita lakukan minus hal buruk yang pernah kita lakukan, tetapi dari lowest point of our deeds, seberapa burukkah hal yang pernah (dan akan) kita lakukan :) |
 | hehehe, gw pake windows hanya satu alasan karena gw masih mau main games. selebihnya gw akan pakai linux. kalau soal games gw tetep pakai windows gak ada pilihan lain deh, gamesnya aja bajakan maka osnya juga bajakan hehehe... |
 | h4ryp wrote on Nov 15, '06 Napa sih si MS ga mau bikin Windows itu kayak waralaba McD misal'e ? Kan McD aslinya dari amrik kan, harganya pun lek di kurs-in ke Indo juga mahal kan Tapi napa McD di Indo bisa jualan dg harga yg "terjangkau" ?? Terus kenapa pula MS ga mau bikin Windows yg "terjangkau" pula ? atau dengan kata lain sesuai selera domestik lah, tapi juga jangan di cut semua fitur2nya :D (maunya, hahahhahahaha)
|
 | Harga McD di amrik dan di indo sebanding kok Cuma beda dikit... maybe lebih murah amrik dikit lah |
 | harga dimana2 sama angkanya... yg bikin beda itu kurs-nya... |
 | h4ryp wrote on Nov 21, '06 oo, sama ya, kirain beda, :D |
 | sapa bilang beda dikit? Di China waralaba semuanya mahal. Bahkan Pizza Hut yang paling besar and paling mahal di Indo cuma 65ribu, di China 120 RMB atau setara 150 ribu. Blon lagi Haagen Daaz, di Tokyo yang katanya biaya hidup tertinggi, 1 scoop sekitar 25RMB (menurut temen orang Jepang); di Indo 20 RMB (25 ribu rupiah); di China sekali lagi::: 28 RMB. And di US harga 1 scoop Haagen Daaz (menurut informasi, bukan aku liat sendiri) cuma 1 USD atau setara 8 RMB. Nah tuh?????? |
 | Yup... kalo waralaba yg laen maybe lebih mahal di china. Pizza Hut dan KFC *yg aku tau* lebih mahal. Tapi urusan McD dan Starbucks *yang aku tau sendiri juga* kurang lebih. Bahkan bbrp items lebih murah drpd Indo. Begitu bung Hadi... sekian info dari saksi mata di china... ^^ |
 | Kalo harus memilih saya akan lebih mengutamakan membasmi korupsi dan mengentaskan kemiskinan :) Kalo tidak harus ya saya akan menjadi tokoh super hero untuk membasmi segala macam kejahatan dari muka bumi ini :)
|
| |